BRMP Kalteng Dorong Keseragaman Pengusulan Bantuan Pertanian melalui E-Banper di Barito Selatan
BARITO SELATAN — Penguatan kapasitas penyuluh menjadi langkah penting untuk memastikan pengusulan bantuan pemerintah di sektor pertanian agar berjalan sesuai ketentuan. Untuk itu, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah menggelar Workshop E-Banper guna memperkuat pemahaman dan koordinasi penyuluh pertanian di Kabupaten Barito Selatan, (29/10/26).
Kegiatan ini diikuti perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Selatan, Koordinator BPP Dusun Selatan, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Barito Selatan, koordinator penyuluh dari enam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta penyuluh pertanian setempat.
Dalam arahannya, Katimker Kabupaten Barito Selatan Salimeni menyampaikan bahwa peserta yang hadir merupakan perwakilan dari enam BPP yang di utus. Mereka diharapkan dapat meneruskan pemahaman yang diperoleh kepada rekan-rekan penyuluh lainnya, sehingga proses pengusulan bantuan melalui E-Banper dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai prosedur.
Workshop ini juga menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan E-Banper, mulai dari mekanisme pengusulan hingga ketepatan data yang dimasukkan ke dalam sistem. Dengan demikian, potensi kesalahan dalam pengajuan bantuan dapat diminimalkan dan proses administrasi menjadi lebih akurat dan tertib.
Sementara itu, Kapoksi Pendampingan Umming Sente menegaskan pentingnya sosialisasi E-Banper seiring diberlakukannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Bantuan Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam pengelolaan bantuan pemerintah, termasuk mekanisme pengusulan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) melalui aplikasi E-Banper.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kalteng mendorong penguatan koordinasi antara penyuluh dan pemerintah daerah agar data usulan semakin akurat, lengkap, dan terintegrasi. Upaya tersebut diharapkan mendukung proses pengusulan bantuan pertanian yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.